Nabi Dzul Kifli nama aslinya adalah Basyar bin Ayyub as. Beliau lahir dari istri Nabi Ayyub yang bernama Rahma. Beliau hidup di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. Sepeninggal ayahnya beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul untuk kaum Rum. Disebut Rum karena nenek moyang mereka benama Rum bin ‘Aish bin Ihak bin Ibrahim as.
Pada suatu hari, sang raja mengumpulkan rakyatnya dan berkata : “Wahai rakyatku, siapakh diantara kalian yang sanggup berlaku sabar. Jika di siang hari melakukan puasa dan dimalam hari mendirikan shalat.
Tak seorangpun yang menyatakan kesanggupannya akhirnya seorang anak muda yang bernama Basyar mengacungkan tangan dan menyatakan kesanggupannya.
Sejak saat itulah Basyar dikenal dengan nama Dzul Kifli yang berarti orang yang memiliki kesanggupan. Berkat kesanggupannya itu, kemudian setelah sang raja mangkat, Dzul Kifli diangkat menjadi raja sebagai penggantinya. Dan sekaligus siangkat menjadi ketua hakim.
Pada waktu malam, beliau selalu mendirikan shalat dan di siang hari selalu menjalankan ibadah puasa. Tidurnya di waktu malam hanya sedikit sekali.
Pada suatu malam ketika nabi Dzul Kifli hendak berangkat tidur, datanglah seorang tamu. Tamu itu tidak lain adalah syetan yang hendak mengganggunya syetan hendak menggoda kesabaran nabi Dzul Kifli.
“ Ada apakah gerangan saudara malam-malam begini datang kesini ? “ tanya nabi Dzul Kifli.
Hamba adalah seorang musafir, brang-barang hamba dirampok orang ditengah jalan”, kata syetan tersebut yang menyamar sebagai orang tua.
Datanglah besok pagi atau petang hari kata nabi Dzul Kifli kemudian. “Baiklah, Tuanku”, katanya.
Akhirnya orang tua itu kembali.
Esok harinya orang tua itu tidak datang, Padahal Nabi Dzul Kifli telah menunggunya dirua sidang Nabi Dzul Kifli menuggunya hingga petang hari . Namun orang tua itu belum datang juga padahal dia sudah berjanji akan datang.
Pada malam berikutnya, ketika Nabi Dzul Kifli hendak berangkat tidur, orang itu datang lagi.
“Menagapa engkau tiak datang pada saat sidang dibuka?” tanya Nabi Dzul Kifli.
“Orang yang merampok hamba sangat cerdik, Tuanku. Jika waktu sidan dibuka barang hamba dikembalikannya. Dan jika sidang hendang ditutup barang hamba diranpasnya lagi”jawabnya.
Pada suatu malam Nabi Dzul Kifli merasa sangat ngantuk lagi. Beliau telah berpesan kepada penjaga, agar segaera mengunci pintu dan pagar agar tak serongpun dapat menggangu. Sesudah itu Nabi Dzul Kifli berangkat tidur.Pada saat hendak membaringkan tubuhnya, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
“siapakah yang datang ?” tanya Nabi Dzul Kifli.
Tak seorangpun.”Tuanku”, jawab prajurit penjaga dari luar. Nabi Dzul Kifli merasa heran karena jelas-jelas baru saja terdengar ketukan pintu. Lalu ia keluar dan memeriksa sekeliling rumah. Ternyata beliau menemuka seseorang. Beliau sangat heran, sebab semua pintu telah terkunci. Dari mana orang itu dapat masuk ?.
“Kau bukan manusia, kau pasti syetan”, kata Nabi Dzul Kifli.
Yah aku memang syetan yang datang hendak menguji kesabaranmu. Yah, memang benar kau dapat memenuhi kesanggupan seperti ucapanmu dulu.
Memang Nabi Dzul Kifli adalah orang yang sangat sabar. Beliau tidak pernah marah kepada semua tamunya. Beliau selalu menggunak akal sehatnya.
Pada suatu ketika terjadilah peperangandinegeri itu dengan para pemberontakyang durhaka kepada Allah SWT. Raja Dzul Kifli memerintahkan semua rakyat dan prajuritnya agar serentak maju ke medan perang tetspi rakyat menolak karena mereka takutberperang dan takut mati. Namun Raja Dzul Kifli tidak marah, sekalipun titahnya ditolak rakyatnya.
Rakyat mau berperang asalkan Raja Dzul Kifli mendo’akan agar Allah berkenan menjamin keselamatanmeerka agar tidak mati saat perang. Kemudian beliau berdo’a kepada Allah sesuai permintaan rakyatnya.
Allah kemudian mewahyukan kepada nabi Dzul Kifli : “Aku telah mngetahui permintaan mereka. Aku telah mendengar do’amu dan do’amu telah ku kabulkan.
Demikianlah akhirnya dalam peperangan itu mereka memperoleh kemenangan dan tak seorangpun yang mati menjadi korban perang. (QS.Al-Anbiyaa :85-86, Shaad : 48).
Nabi Dzul Kifli wafat dalam usia 93 tahun di Syam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar