Kamis, 27 Januari 2011

1. KISAH NABI ADAM AS

KEJADIAN LANGIT DAN BUMI

Sebelum Adam tercipta, Allah swt. Tela menciptakan langit, bumi beserta isinya : gunung laut, tumbuhan, hewan, bintang-bintang, planet-planet dan sebagainya. Matahari diciptakan sebagai sumber panas, sumber cahaya dan sumber energi bagi makhluk lainnya. Bulan dan bintang diciptakan sebagai penerang disaat malam.
Langit dan bumi oleh Allah diciptakan dalam waktu enam hari atau enam masa. (QS. Hud ; 7).
Sedangkan satu hari atau satu masa disisi Allah swt. Sama dengan kira-kira seribu tahun menurut perhitungan manusia.
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Apabila Dia menghendaki untuk menciptakan sesuatu, maka Dia cukup berfirman : “KUN” (Jadilah), maka jadilah apa yang di kehendaki-Nya.
KEJADIAN MALAIKAT
Sesudah menciptaka langit dan bumi maka Allah menciptakan makhluk yang bernama Malaikat. Malaikat diciptakan oleh Allah dari Nur atau cahaya. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang selalu taat, tunduk, patuh dan senantiasa berbakti kepada Allah . Sama sekali tidak pernah berbuat durhaka atau mak’siat kepada-Nya.
Malaikat dikarunia akal tetapi tidak di karuniai nafsu seperti manusia. Karena itu malaikat tidak makan, tidak minum dan tidak bersyahwat.
Malaikat tidak pernah melakukan dosa. Tidak berjenis laki-laki maupun perempuan serta memeiliki atau menghuni alam tersendiri yakni alam ghaib yang sehinga wujud aslinya, tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

KEJADIAN JIN / IBLIS
Jin diciptakan dari api yang sangat panas. Jin mempunyai jenis laki-laki dan perempuan. Jin ada yang patuh dan ada juga yang ingkar (kafir) terhadap perintah Allah. Jin yang ingkar (kafir) dan membangkang terhadap Allah tersebut iblis atau syetan. Iblis adalah nenek moyang syetan. Iblis dan keturunannya sangat ingkar kepada Allah dan sangat jahat, tidak ada kebaikannya sama sekali. Pekerjaan mereka adalah menggoda manusia agar tersesat dan mengikuti jejeak langkah mereka sehingga jatuh kedalam kubangan dosa dan akhirnya bersama-sama dimasukan ke neraka.
Permintaan iblis agar dipanjangkan umurnya sampai hari kiamat dikabulkan oleh Allah swt.

TERCIPTANYA NABI ADAM AS.
Sesudah alam semesta, langit dan bumi.Malaikat dan iblis ada, keudian Allah menciptakan makhluk yang akan menjadi pengatur dan pengelola bumi dan alam semesta. Hal ini diutarakan kepada Malaikat. Kemudian para Malaikat seolah kurang setuju dan berkata. :”Mengapa engkau akan menciptakan Manusia yang hanya akan berbuat kerusakan di muka bumi. Mereka akan saling bermusuhan dan saling menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan) antar sesamanya. Bukankah kami senantiasa patuh dan mengagungkan namaMu ?.
Selanjutnya untuk melenyapkan kekhawatiran para malaikat ini Allah berfirman : “Sesungguh aku lebih mengetahui apa uang tiak kamu ketahui”. (QS.Al-Baqarah 30)
Mendengar firman Allah ini malaikat hanya terdiam. Kemudian Alla menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat dan lumpur hitam.
Setelah Adam terbentuk kemudian dihembuskanlah ruh padanya. Adapun dapat hidup, berjalan, berlari sebagai manusia sekarang. Sebagai calon pengatur dan pengelola alam semesta kepada Adam Allah mengaruniakan akal dan nafsu. Selain itu Adam juga dibekali ilmu dan hikmah. Inilah salah satu kelebian yang diberikan Allah kepada Adam.
Allah kemudian memerintahkan para malaikat untuk bersujud hormat kepada Adam. Para malaikat pun dengan serta merta segera bersujud kepada Adam demi memenuhi perintah Allah. Tetapi iblis menolak dan membangkang terhadap perintah Allah. (QS. Al-Baarah : 34)
“Apakah yang membuat engkau tidak mau bersujud kepada Adam ?”.
“Saya lebih baik dari pada Adam enkau ciptakan saya dari api sedangkan Adam engkau ciptakan dari hanya dari tanah” Kata iblis sambil menyombongkan diri. Ini hanyalah pendapat iblis sendiri. Sedangkan Allah lah yang maha mengetahui siapa sebenarnya yang lebih mulia.
Allah murka mendengar jawaban iblis yang menunjukan kesombongan tersebut. Kemudian Allah berfirman : “Hai iblis keluarlah dari surga. Sungguh engkau tak patut tinggal di sini lagi dan terkutuklah engkau selama-lamanya”.
Iblis berkata : “Wahai Tuhan kami engkau kutuk dan engkau usir aku dari surga karena Adam. Saya rela. Tetapi kabulkanlah permohonanku. Tundalah ajalku, panjangkanlah umurku hingga hari kiamat nanti.
Permohonan iblis dikabulkan oleh Allah. IA akan dibiarkan hidup sampai hari kiamat.
Kemudian iblis bersumpah : “Ya. Tuhan. Karena engkau telah menghukum saya sebagai yang tersesat, maka saya akan menghalang-halangi Adam yang seluruh keturnannya dari jalanMu yang lurus. Saya akan menghalang-halangi mereka dari segala penjuru. Dari kanan, dari kiri, dari muka, dari belakang maupun dari atas dan bawah !. (QS. Al-hijr 28-44; Al-Araf :11-18; Shaad :71-85).
Demikianlah sumpah iblis. Ia bertekad untuk menyesatkan Adam dan seluruh keturunanya agar mereka menjauhi perintah Allah dan berbuat kerusakan serta saling berbunuh-bunuhan satu sama lain.
Allah berfirman : Untuk melawan segala bentuk tipu dayamu itu, Aku menganugerahi akal. Dengan akal itu Aku akan membimbing mereka dengan petunjuk-petunjuk (Agama) Aku tuntun mereka akan kejalanKu yang lurus. Denga akal itu pula manusia akan dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Siapa yang tidak mau menggunakan akalnya. Merekalah yang dapat kau sesatkan. Merekalah yang dapat kau sesatkan. Mereka yang tersesat itu akan mempertanggung jawabkan perbuatanya kepada-Ku kelak di hari kiamat !”.
Mendengar firman Allah tersebut semakin memuncaklah kebencian iblis kepada Adam. Kemudian iblis berusaha mencari titik kelemahan Adam agar dapat melaksanakan niatnya menyesatkan Adam dan seluruh keturunannya. Akhirnya iblis menemukan titik kelemahan Adam yakni terletak pada nafsunya. Karena denga nafsunya manusia cenderung berbuat keburukan jika ia tidak pandai-pandai mengendalikan hawa nafsunya, maka terbuka lebarlah kesempatan iblis untuk menjerumuskan manusia kedalam kesesatan.
Sebagai calon pengatur dan penglola alam semesta kepada Adam Allah menganugerahkan akal dan nafsu. Selain itu Adam juga dibekali ilmu dan hikmah. Allah mengajarkan nama-nama benda yang dilihatnya. Dengan demikian Adam yang awal diberikan Allah sebagai calon pengatur dan pengelola bumi.
Allah berfirman kepada para Malaikat : “Sebutkanlah kepada-Ku. Nama-nama benda itu!”.
Maha Suci Engkau ya Allah. Tidak ada sesuatu yang kami ketahui kecuali yang telah engkau ajarka kepada kami. Hanya engkaulah yang Maha mengetahui segala sesuatu, kata para malaikat dengan penuh ta’zim.
Hai Adam. Beritahukanlah nama-nama benda itu kepada mereka ?’ firman Allah.
Kemudian Adam pun menyebutkan nama-nam benda yang dimaksud satu-persatu. Para malaikat terkagum-kagum seraya memberi hormat. (QS. Al-Baqarah 33)
“Bukankah sudah Aku katakan bahwa Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”, Firman Allah kemudian.
Para malaikat kemudian memuja Allah dan memberi hormat, kepada Adam. Mereka merasa bahwa Adam memiliki kelebihan yang tidak mereka miliki.
Allah memberi Adam sebuah tempat yang nyaman dan sentosa yaitu surga. Tempat ini sangat indah, damai dan permai. Di tempat ini segala kebutuhan Adam terpenuhi. Semuanya telah tersedia. Kebun surga penuh dengan buah-buahan yang lezat rasanya. Air sungainya jernih dengan berbagai macam air yang dapat diminum. Ada sungai madu, ada sungai susu dan ada pula sungai arak yang tidak memabukan. Ada perabot-perabot seperti gelas dan lain sebagainya yang tertata rapih dan serba teratur. Pohon, tetumbuhan, rerumputan, semuanya tertata rapi dan indah. Terasa amat sejuk dan nyaman.
Adam merasa sangat senang. Ia berkeliling-keliling di sekitar taman surga yang indah, tetapi tetap saja ia merasa kesepian karena tidak mempunyai teman. Padahal ia meliahat semua makhluk yang ada disurga berpasang-pasangan.

TERCIPTANYA IBU SELURUH MANUSIA
Rasa sepi dan letih membuat Adam mengantuk dan tertidur. Ia tertidur pulas di bawah pohon yang teduh dan rindang.
Alla Maha Tahu segala sesuatu tentang makhluk-Nya. Dia mengetahui apa yang tergerak dalam hati Adam. Adam membutuhkan teman atau pasangan. Maka disaat dia tidur Allah menciptakan lagi. Manusia sebagai teman dan pasangan hidup Adam. Allah menciptakan manusia lagi dari tulang rusuk Adam sendiri. Manusia yang diciptakan ini berbeda jenis dengan Adam. Ia adalah seorang Wanita dan dinamakan Hawa.
Ketika Adam bangun dari tidurnya Ia terkejut bukan kepalang. Adam mengusap-ngusap kedua belah matanya seolah-ola tidak percaya. Disampinnya duduk seorang wanita yang anggun, cantik dan mempesona. Adam merasa sangat kagum dan tertarik dengan wanita disampingnya kaena Allah telah membekalinya dengan nafsu termasuk nafsu terhadap lawan jenisnya.
“Siapakah engkau ? Mengapa engkau berada disini ?”. Tanya Adam.
Dengan tersenyum Hawa menjawab : “Aku adalah Hawa yang diciptakn oleh Allah untuk menjadi teman hidupmu.
Hati Adam sangat gembira mendengar jawaban itu. Ia memuji Allah dan amat bersyukur kepada Allah yang telah mengabulkan keinginannya sehingga ia tidak akan pernah merasa kesepian lagi.
Hawa telah ditakdirkan Allah menjadi istri Adam. Sepanjang hari mereka bersuka ria di taman surga yang indah. Keduanya dapat bersenang-senang sepuas hati. Mereka boleh memakan-makanan atau buah-buahan apa saja yang tersedia di surga. Hanya satu yang dilarang oleh Allah yaitu mendekat dan memakan buah Khuldi. (QS. Al-Baqarah 35; Al-A’raf 19, Thaaha 155-199).

BUJUKAN IBLIS
Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya. Ia berupaya keras agar Adam juga terusir dari surga seperti dirinya. Suatu ketika ia masuk ke surga. Kebetulan pada saat itu Adam dan Hawa sedang haus dan lapar, iblis datang mendekati dan berkata : Hai Adam nampaknya engkau dan istrimu sedang lapar dan haus. Makanlah buah yang ada di hadapanmu itu. Baunya pun sangat harum. Tentunya rasanya pun sangat lezat.
Adam tahu bahwa buah dihadapanya memang tampak lain dari buah-buah yang lain. Tapi ia tidak berputus asa. Pada suatu saat ia datang dan mendekati Adam lagi. Kali ini ia berkata : “Mengapa Allah melarang engkau memakan buah itu, kalian akn menjadi penghuni kekal di surga ini. Percayalah aku adalah seorang teman yang memberi nasihat kepadamu”.
Pendirian Adam dan Hawa tetap tidak tergoyahkan. Mereka tetap tidak mau menuruti godaan iblis itu. Untuk memakan buah khuldi itu.
Pada suatu ketika iblis datang lagi kepada Adam. Ia memilih saat yang tepat. Saat itu Adam dan Hawa baru saja berjalan-jalan keliling surga. Mereka kelelahan. Saat itu iblis datang dan berkata : “Hai Adam. Ketahuilah, Sebenarnya hanya golongan malaikat sajalah yang boleh memakan buah Khuldi itu. Sebab dengan memakan buah khuldi itu para malaikat akan tetap dapat hidup kekal di surga tanpa mengalami kematian”.
Adam dan Hawa tampak mulai tertarik mendengar perkataan iblis.
“Kami telah mendengar rahasia Allah sebelum kalian diciptakan”, sambung iblis. “Bahwa kalian tidak akan lama hidup disurga. Beberapa waktu lagi kalian akan dimatikan, karena itu kalian dilarang memakan buah khuldi itu (khuldun=kekal). Nah, jika kalian ingin hidup kekal di surga, maka makanlah buah khuldi itu. Rasanya sangat enak yang tidak ada duanya di surga ini. Sungguh bodoh kalian jika tidak menerima nasihatku ini.
Adam dan Hawa mulai terbujuk.
Iblis melanjutkan rayuannya. Aku berani bersumpah dihadapan kalian. DEMI ALLAH, aku sebenarnya hanya memberi nasihat kepada kalian karena aku merasa kasihan melihat kalian berdua. Larangan Allah itu hanyalah supaya kalian tidak dapat hidup kekal di surga ini”.
Hawa yang lemah hatinya kemudian menghampiri buah khuldi dan memetiknya. Terlebih lagi mereka merasa letih, lapar dan haus. Apalagi setelah mendengar ucapan iblis tersebut yang mengatak bahwa buah khuldi adalah buah yang paling lezat diantara buah-buahan di surga. Akhirnya mereka melupakan peringatan Allah. Keduanya lalu memakan buah khuldi itu. Apalagi buah itu memang sangat lezat rasannya, sehingga mereka lupa larangan Allah (QS. Al-Baqarah 36-37).
Allah sangat murka dan mencela perbuatan mereka Allah berfirman : “Bukankah aku telah melarang kalian berdua mendekati pohon itu dan aku berkata kepadamu bahwa syetan adalah musuh yang nyata bagimu”.
Adam dan Hawa merasa sangat menyesal sekali. Apalagi setelah memakan buah khuldi itu seluruh aurat mereka jadi terbuka. Mereka kebingungan dan berlarian kesana kemari sembari berusaha menutupi aurat mereka dengan dedaunan surga. Mereka sangat malu danketakutan mendengar firman Allah tersebut. (QS. Al-Araf 20-25).
Namun akhirnya Adam dan Hawa menyadari bahwa mereka tidak mungkin lari dari hadapan Allah Yang Maha Tahu.
Dengan tertunduk malu dan teramat seedih, menyesal atas dosa yang tela dilakukannya Adam dengan penuh penyesalan berkata : “Wahai Tuhan Kami. Kami tela berbuat salah terhadap diri kamu sendiri dan telah melanggar perintah-Mu, karena terbujuk rayuan iblis, maka sekiranya engkau tidak mengampuni golongan orang-orang yang rugi”.

ADAM DAN HAWA DITURUNKAN KE BUMI
Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun. Allah berkenan menerima taubat Adam dan Hawa. Keduanya diampuni, tetapi atas kesalahannya itu, mereka harus keluar dari surga yang penuh kenikmatan hidup. Ini memang sesuai dengan kehendak Allah yang telah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, pengatur dan pengelola bumi.
Maka berfirmanlah Allah : “Demi kemuliaan-Ku, kalian berdua harus meninggalkan surga ini. Kalian harus turun ke bumi yang telah lama terbentang. Disana segala keperluan da kebutuhan hidupmu telah tersedia. Tetapi kalian harus bersusah payah dan berkerja keras untuk mendapatkannya.
Selain Adam dan Hawa, Iblis juga diusir dari surga dan harus hidup di bumi walaupun di alam yang berbeda.
Firman Allah : “Turunlah kalian ke bumi. Di bumi kamu hidup. Di bumi pula kamu mati.Dari bumi itu kamu akan dibangkitkan. Di bumi kelak kamu dan cucumu akan mendapat godaan dan rayuan iblis agar anak cucumu akan celaka dan hidup sengsara. Namun kamu tidak perlu khawatir. Aku akan memberi petunjuk-petunjuk untuk mengikuti jalan-Ku yang lurus yaitu ajaran-ajaran agama. Barang siapa yang mengikuti petunjuk dan ajaran-ajaran-Ku, niscaya ia akan terhindar dari tipu daya dan bujuk rayu iblis”.
Demikian kemudian Adam dan Hawa harus turun ke bumi sesuai dengan perintah Allah. Mereka berdua turun ke bumi dengan keadaan terpisah. Konon Adam diturunkan di tanah India, sedangkan hawa diturunkan di tanah Arab.
Di bumi mereka harus menghadapi tantangan dan rintangan hidup yang amat berat untuk mempertahankan kehidupannya. Wajah b umi yang belum terjamah dengan tangan manusia keadaannya sangat menyeramkan. Gunung-gunung menjulang tinggi, jurang-jurang terjal menganga lebar, pohon-pohon raksasa tumbuh berserakan dimana-mana, sungai-sungai besar dan kecil membentang disana sini, hutan belantara amat lebat dan semak-semak membelukar dan binatang-binatnag buas baik yang besar maupun yang kecil berkeliaran mencari mangsa. Belum lagi tantangan berupa angin, badai, petir, hujan, panas matahari, gempa, topan maupun tantangan yang berasal dari gejala alam lainnya.
Selama bertahun-tahun keduanya saling mencari satu sama lain. Berkelana dan mengembara dari satu tempat ke tempat lain.Perjalanan yang di tempuh sangat menantang, sukar dan penuh bahaya. Derita dan sengsara benar-benar mereka rasakan. Namun Allah telah membekali mereka dengan akal untuk mengatasi kesulitan hidup di dunia. Akhirnya setelah mereka menempuh perjalanan panjang selama empat puluh tahun, mereka dipertemukan Allah di padang Araffah.
Betapa haru dan bahagia hati Adam dan Hawa. Adam sangat terharu dengan keadaan istrinya yang kelelaan da sangat memprihatinkan setelah melawan segala tantangan sepanjang perjalanan tanpa seorangpun sebagai kawan. Mereka berpelukan dan menangis penuh rasa terharu. Pertemuan mereka ini kemudian diperingati setiap tahun oleh umat islam seluruh dunia dengan adanya Wukuf di padang Arafah bagi yang menjalankan ibadah haji dan puasa Arafah bagi yang tidak menjalakan ibadah haji.
Kini mulailah keduanya menapaki lembar kehidupan yang baru sebagai cikal bakal manusia. Mereka kemudian mempati sebuah goa yang besar dan lebar sebagai tempat perlindungan dari segala gangguan dan ancaman hidup mereka. Goa itu terletak di dataran tinggi sehingga tidak mudah dijangkau oleh binatang buas dan tumpahan air bah dan hujan.
Dengan menggunakan akal yang telah dikaruniakan Allah, mereka mulai mengelola alam disekitarnya. Mereka menjinakan binatang untuk diternak dan diambil manfaatnya untuk kepentingan hidup mereka. Mereka juga telah mengelola lahan pertanian dan perkebunan bercocok tanam buah-buahan. Tantangan hidup yang demikian kerap telah menggerakan akal pikiran mereka untuk dapat mempertahankan hidup dan mencapai keadaan yang lebih baik.

KISAH QABIL DAN HABIL
Waktu terus berlalu. Seiring perjalanan waktu mereka di karuniai anak. Setiap Hawa melahirkan, selalu kembar laki dan perempuan.Pada tahun pertama setelah mereka dipertemukan. Hawa melahirkan sepasang anak kembar, lelaki dan perempuan. Yang lelaki diberi nama Qabil dan yang perempuan diberi nama iqlima.
Pada tahun berikutnya lahir lagi sepasang anak yang bernama Habil dan Labuda. Adam dan Hawa berharap dari anak keempat anak pertamanya ini akan berkembang biak secara luas untuk mengisi dan memakmurkan bumi Allah.
Di bawah asuhan ayah dan ibunya yang penuh cinta kasih keempat anak tersebut tumbuh dengan pesat. Adam dan Hawa tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang diantara anak-anaknya. Baik laki-laki maupun perempuan mereka diperlakukan secara adil. Yang perempuan dididik sesuai dengan kodrat kewanitaannya yaitu menolong ibunya dan mengurus rumah tangga serta hal-hal lain yang menjadi tugas perempuan. Sedangkan yang laki-laki membantu ayahnya berusaha mencari nafkah sesuai dengan bakat masing-masing, Qabil berusaha dalam bidang peternakan.
Ketika mereka sudah menginjak dewasa, Allah memberikan petunjuk kepada Adam untuk mengawinkan putra-putrinya secara silang. Qabil harus kawin dengan saudara kembar Habil yang bernama Labuda. Sedangkan Habil harus kawin dengan saudara kemar Qabil yang bernama Iqlima. Inilah syari’at ini disampaikan oleh Adam kepada putra putrinya. Namun Qabil menolaknya mentah-mentah. Ia tidak mau kawin dengan labuda yang saudara kembarnya Habil. Ia tetap ersikeras untuk kawin dengan saudara kembarnya sendiri yakni Iqlima yang berwwajah cantik jelita.
Rupanya Qabil telah terbujuk oleh rayuan iblis sehingga ia lebih memperturutkan hawa nafsunya dari pada mempergunakan akalnya. Ia tidak mau menerima syari’at yang di sampaikan Ayahnya,Adam.
Adam adalah ayah yang arif dan bijaksana. Ia terus menasehati Qabil agar mau menerima keputusan syari’atnya yang telah ditetapkan oleh Allah. Namun Qabil tetap menolak. Akhirnya Adam memerintahkan kepada Qabil dan Habil untuk mempersembahkan Qurban. Biarlah Allah sendiri yang menyelesaikan masalah itu.
Maka dengan disaksikan oleh seluruh anggota keluarga Adam, Qabil dan Habil mempersembahkan qurban diatas bukit. Qabil mempersembahkan hasil pertaniannya. Ia sengaja memilihkan hasil pertanian dari jenis yang jelek. Sedangkan Habil mempersembahkan hasil ternaknya berupa kambing yang paling bagus yang sangat ia sayangi.
Dengar berdebar-debar mereka menyaksikannya dari jauh. Tak lama kemudian tampaklah api besar yang menyambar kambing persembahan Habil. Sedangkan gandum hasil pertanian Qabil masih tetap utuh sebagai tanda bahwa persembahan Habil tidak di terima.
Qabil berusaha memendam rasa kecewa dan sakit hatinya selama beberapa tahun. Lama-lama ia tidak bisa menahan diri lagi. Suatu hari ia mendatangi Habil di peternakannya. Bujuk rayu iblis telah memasuki jiwanya. Pada saat Habil lengah, Qabil memukul tepat kepala Habil dengan batu besar. Habil meninggal. Inilah pembunuhan pertama yang dilakukan oleh manusia.
Seluruh alam seolah-olah turut bersedih atas kematian Habil. Kini Qabil kebingungan menghadapi jenazah Habil. Ia berpikir keras bagaimana menyembunyikan jasad saudaranya itu. Ia tak tahu harus diapakan jasad tersebut. Ia berjalan kesana kemari sambil membopong jasad adiknya yang telah kaku. Rasa sesal pun mulai merayapi hatinya. Ia sangat menyesal dan sedih. Air matanya pun mulai berlinangan.
Allah memberikan ilham kepada Qabil dengan mengutus dua ekor gagak. Dua ekor burung gagak itu berebut untuk memakan mayat Habil. Akhirnya keduanya bertarung sampai akhirnya salah satu dari keduanya mati. Burung gagak yang masih hidup itu kemudian menggores-nggores tanh menggali lubang dengan menggunakan paruh dan kedua kakinya. Lalu memasukan bangkai saudaranya kedalam lubang tersebut dan menimbuninya dengan tanah.
` Dengan meniru cara burung gagak tersebut mengubur saudaranya, Qabil mengubur jasad Habil. (QS. Al-Maidah 27-31).
Sesudah mengubur jasad Habil, ia masih kebingungan dan belum berani pulang ke tempat tinggal mereka. Sebab jika ia pulang, tentunya ayahnya akan mempertanyakan kemana perginya habil. Rasa berdosa mulai membuat ketakutan sendiri.
Terlebih lagi dari puncak bukit ia melihat ayahnya datang tergopoh-gopoh menghampirinya. Qabil ketakutan. Akhirnya ia lari masuk ke hutan belantara, mendaki gunung dan menuruni lembah.
Adam dan Hawa sangat berssedih atas kejadian itu. Namun mereka pasrah kepada Allah dan menerimanya sebagai takdir dan kehendak-Nya. Ia bermohon agar dikaruniai kesabaran dan keteguhan iman. Mereka juga beristighfar memohonkan ampun bagi putranya Qabil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar